Bulan: September 2017

4 Jenis Penyakit Sinusitis Yang Wajib Anda Ketahui


4 Jenis Penyakit Sinusitis Yang Wajib Anda Ketahui | Sinusitis merupakan peradangan pada hidung atau paranasal, sebagai informasi untuk diketahui, pada daerah rongga hidung kita terdapat empat sinus yakni sinus maksilaris yang terletak di pipi, sinus etmoidalis yang terletak di kedua mata, sinus frontalis yang terletak di dahi dan sinus sfenoidalis yang berada di belakang dahi.

Inilah Jenis-Jenis Penyakit Sinusitis Yang Perlu Diketahui :

  • Jenis Penyakit Sinus Maksila

Sinus maskila merupaka sinus paranasal terbesar dan berbentuk pyiramid, ostium sinus maksila berada di sebelah superior dinding medial sinus dan bermuara ke hiatus semilunaris melalui infundibulum etmoid.

  • Jenis Penyakit Sinus Frontal

Sinus frontal yang terletak di os frontal mulai terbentuk sejak bulan ke empat fetus, berasal dari sel-sel resesus frontal atau dari sel-sel infundibulum etmoid. Sesudah lahir, sinus frontal mulai berkembang pada usia 8-10 tahun dan akan mencapai ukuran maksimal sebelum usia 20 tahun. Sinus frontal kanan dan kiri biasanya tidak simetris, satu lebih besar dari lainya dan dipisahkan oleh sekat yang terletak di garis tengah. Kurang lebih 15% orang dewasa hanya mempunyai satu sinus frontal dan kurang lebih 5% sinus frontalnya tidak, sinus frontal dipisahkan oleh tulang yang relative tipis dari orbita dan fosa serebri anterior, sehingga infeksi dari sinus fronta mudah menjalar ke daerah ini.

  • Jenis Penyakit Sinus Etmoid

Dari semua sinus paranasal, sinus etmoid yang paling bervariasi dan akhir-akhir ini dianggap paling penting, karena dapat merupakan focus bagi sinus-sinus lainnya. Sedangkan unutuk ukuran posterior mencapai 5 cm,pada sinus etmod sangat berongga-rongga.

  • Sinus Sfenoid

Untuk Sinus sfenoid terletak dalam os sfenoid di belakang sinus etmoid posterior, sinus sfenoid dibagi dua oleh sekat yang disebut septum intersfenoid.

Ukurannya:

  • Tingginya 2 Cm
  • Dalamnya 2,3 Cm
  • Lebarnya 1,7 Cm
  • Volumenya Bervariasi Dari 5 Sampai 7,5 Ml

Saat sinus berkembang, pembuluh darah dan nervus dibagian lateral os sfenoid akan menjadi sangat berdekatan dengan rongga sinus dan tampak sebagai indensitasi pada dinding sinus sfenoid. Baca Juga : Obat Sinusitis

Penyakit sinusitis ini disebabkan oleh aliran udara dari dan ke rongga sinus yang mengalami gangguan serta pengeluaran cairan mukus yang juga mengalami gangguan, hal ini bisa disebabkan oleh flu, alergi, demam dan bahan-bahan iritan yang bisa mengakibatkan pembengkakan di ostia sehingga terjadi jalan buntu pada lubang drainase yang akhirnya menyebabkan penyumbatan aliran sinus dan pengeluaran cairan mukus.

Selain itu, tumor dan trauma pun mengambil peran dalam penyebab buntunya ostia, untuk melakukan pengeluaran cairan mukus, sel yang menghasilkan cairan mukus memiliki rambut halus atau silia yang berfungsi untuk mendorong cairan mukus keluar dari rongga sinus, namun asap rokok menjadi penyebab yang mengakibatkan rambut halus tersebut menjadi rusak. Nah, karena cairan mukus akhirnya bertumpuk dan berakumulasi maka virus, bakteri dan jamur pun datang. Baca Juga : Obat Ejakulasi Dini

Penyakit sinusitis bisa dideteksi dengan menyadari gejala-gejala yang menyertai penyakit sinusitis yakni antara lain nyeri pada daerah wajah, sakit kepala dan demam. Biasanya sekitar 25% penderita penyakit sinusitis akan mengalami demam, tanda-tanda yang lain yang bisa diperhatikan adalah wajah pucat, ingus yang mengalami perubahan warna, hidung tersumbat, mengalami nyeri saat menelan dan batuk. Jika kepalanya ditundukkan ke depan maka akan terasa sakit dengan nyeri luar biasa, penderita penyakit sinusitis dalam tahap lanjutannya juga mengalami gatal pada mata dan sering bersin-bersin.

 

BACA JUGA :

Iklan

Tahukah Anda Infeksi Gigi Dapat Menyebabkan Sinusitis


Tahukah Anda Infeksi Gigi Dapat Menyebabkan Sinusitis | Sinusitis merupakan istilah kedokteran untuk infeksi sinus, yaitu rongga yang berisi udara yang letaknya dalam rongga kepala di sekitar hidung. Setiap sinus tersebut berhubungan dengan hidung untuk pertukaran udara dan sekresi (ingus). Menurut dr. Dendy Hamdali, SpTHT hidung dan sinus dilapisi selaput lendir yang berhubungan satu sama lain. Infeksi atau peradangan sinus umumnya terjadi sebagai kelanjutan infeksi hidung. Setiap kondisi dalam hidung yang menghambat aliran keluar cairan hidung cenderung menyebabkan infeksi dari sinus. Seperti adanya infeksi virus, bakteri atau benda asing penyebab alergi dapat menimbulkan pembengkakan selaput lendir hidung dan hal yang sama juga terjadi pada sinus sehingga menutup hubungan antara sinus dan hidung. Di sekitar rongga hidung terdapat empat sinus yaitu sinus maksilaris (terletak di pipi), sinus etmoidalis (kedua mata), sinus frontalis (terletak di dahi) dan sinus sfenoidalis (terletak di belakang dahi).

Sinusitis bisa terjadi pada masing-masing sinus tersebut tetapi yang paling sering terkena adalah sinus maksilaris. Dr. Dendy juga menjelaskan bahwa, hal ini disebabkan sinus maksila adalah sinus yang terbesar dan dasarnya mempunyai hubungan dengan dasar akar gigi, sehingga dapat berasal dari infeksi gigi. Sinusitis maksilaris lebih disebabkan oleh masalah gigi atau disebut dengan sinusitis dentogen. Ini merupakan peradangan pada sinus maksilaris yang berasal dari infeksi gigi. Penyebabnya karena ada gigi ganggren (rusak/ luka) pada sisi yang sama dengan sinus. Sedangkan menurut drg. Roberto Simandjuntak, MS, SpBM perjalanan sinusitis dentogen ini dimulai dari kerusakan gigi akibat gigi yang tidak dirawat dengan baik sehingga mengakibatkan terjadinya infeksi. Infeksi yang tidak ditangani menyebabkan penyebaran infeksi, dan sinus maksilaris merupakan salah satu tempat penyebaran karena letaknya sedikit di atas gigi. Bila tak ditemukan penyebab keluhan sinusitis saat  pasien yang datang ke dokter THT, maka dokter THT akan merujuk pasien ke dokter gigi. Sebaliknya bila pasien datang dengan keluhan pusing dan hidung buntu ke dokter gigi, maka dokter gigi juga akan merujuk pasien ke dokter THT.

Baca Juga : obat sinusitis

Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan Transiluminasi (pemeriksaan dengan cahaya untuk menilai rongga sinus), yang dilanjutkan dengan pemeriksaan radiologi (foto Rontgen) serta pemeriksaan biakan kuman dari sekret/ lendir rongga hidung. Sedangkan pengobatannya sendiri tergantung pada penyebabnya. Antibiotika hanya diberikan untuk sinusitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, tidak untuk sinusitis yang disebabkan oleh infeksi virus atau alergi. Selain antibiotika, obat golongan dekongestan juga digunakan untuk mengurangi gejala penyumbatan. Obat golongan analgetik-antipiretik untuk mengurangi rasa nyeri dan demam. Bila pengobatan yang dilakukan tidak berhasil maka kadang-kadang diperlukan suatu tindakan pembedahan, dengan tujuan untuk membuka dan membersihkan daerah sinus paranasal yang menjadi sumber penyumbatan dan infeksi sehingga ventilasi dan drainase dapat lancar kembali.

Untuk menghindari sinusitis maksilaris Drg. Roberto menganjurkan agar kita rajin membersihkan gigi dengan baik. Melakukan kontrol gigi rutin setiap 6 bulan. Melakukan perawatan gigi dengan baik, tambal yang berlubang. Dan yang terakhir adalah mengubah gaya hidup dan kebiasaan yang memicu terjadinya sinusitis seperti udara malam, konsumsi rokok, kopi dll.

TIPS PENGOBATAN ALAMI

Untuk mengobati gejala gangguan sinus, Anda dapat lakukan pengobatan secara alami di rumah, seperti dilansir onlymyhealth, antara lain:

  • Biji Jintan Hitam

Untuk membantu melancarkan pernapasan yang terganggu karena sinus, ambillah beberapa biji jintan hitam dan ikat dengan kain tipis. Hiruplah bungkusan biji jintan tersebut untuk melegakan hidung sementara.

  • Minyak Kayu Putih

Jika biji jintan belum mampu melegakan pernapasan, Anda dapat mencampurkan beberapa tetes minyak kayu putih ke dalam air panas. Hiruplah uap panas dari campuran tersebut untuk meringankan gejala gangguan sinus.

  • Minyak Zaitun

Oleskan minyak zaitun di sekitar hidung dan mata untuk mencegah sinus menjalar ke hidung. Cara ini juga dapat membantu membersihkan penyumbatan pada hidung.

  • Kompres

Jika Anda mengalami gejala pembengkakan karena sinus, terapkanlah kompres panas dan dingin di sekitar hidung untuk mengurangi bengkak.

  • Bawang Merah Dan Bawang Putih

Makanan berbau tajam seperti bawang merah dan bawang putih terbukti bermanfaat dalam pengobatan sinus. Anda dapat mengunyah sejumlah kecil bawang mentah dan meningkatkan dosisnya secara bertahap untuk meredakan sinus. Anda juga dapat menambahkan bawang ke dalam masakan.

  • Jus Wortel

Jus wortel memiliki manfaat penyembuhan yang sangat bermanfaat dalam pengobatan sinus. Anda dapat meminum segelas jus wortel atau menggabungkan wortel dengan mentimun atau bayam untuk membantu menyembuhkan gejala gangguan sinus.

Baca Juga : Obat Ejakulasi Dini

Untuk memaksimalkan pengobatan terhadap gejala gangguan sinus, hindari keempat hal berikut selama pengobatan:

  • Parfum Dan Minyak Wangi
  • Gorengan Dan Makanan Bertepung Seperti Kue Dan Kentang Goreng
  • Susu, Gula Dan Alkohol
  • Hindari Mandi Dengan Air Dingin, Mandilah Dengan Air Hangat Untuk Melegakan Hidung Yang Tersumbat.

Sumber : https://obatsinusitisterbaiksuperampuh.wordpress.com/

BACA JUGA :